Online Training “Tech to Empower: Digitally Ready Entrepreneurs”

Ketersediaan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas menjadi semakin sedikit karena pandemic Covid-19. ThisAble berkolaborasi dengan UK-Indonesia Tech Hub, menginisiasi program untuk memaksimalkan situasi pandemic Covid-19 dengan memberikan pelatihan literasi digital dan kemampuan bisnis secara daring bagi penyandang disabilitas.

UK – Indonesia Tech Hub adalah program baru yang diinisiasi pemerintah Inggris yang berfokus pada pengembangan ekosistem digital di Indonesia dan inklusivitas untuk akses teknologi kepada komunitas disabilitas dan perempuan.

Thisable Enterprise adalah sebuah social enterprise untuk pemberdayaan teman disabilitas yang dimana kami sudah berkontribusi di Indonesia selama 9 tahun. Thisable Enterprise sudah bekerja sama dengan banyak perusahaan, mulai dari perusahaan swasta sampai ke perusahaan BUMN yang ada di Indonesia.

Program “Tech to Empower: Digitally Ready Entrepreneurs” dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2020.

Adapun materi yang akan didapatkan meliputi motivasi diri, bisnis 101, literasi digital, literasi keuangan, dan keberlangsungan bisnis. Selain itu, peserta juga berkesempatan mendapatkan pengalaman magang di beberapa perusahaan di Indonesia.

Pembelajaran online training dimulai dengan pengelompokkan peserta, penilaian awal, berikutnya masing-masing peserta mempelajari modul, pembelajaran melalui video online (e-learning), tes akhir, webinar dan yang terakhir magang di beberapa perusahaan di Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta teman-teman disabilitas dari seluruh Indonesia.

Chatbot Tisa

Thisable Enterprise bersama dengan Kata.ai dan PT Metrodata Electronics Tbk (Metrodata) meluncurkan sebuah sistem informasi digital terbaru yaitu TISA (personal assistant yang memiliki kemampuan artificial intelligence) pada hari kamis tanggal 26 Agustus 2020. Peluncuran tersebut dilaksanakan di Cohive, Jakarta Selatan dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Chatbot TISA dibuat untuk memfasilitasi teman-teman disabilitas dalam mengakses informasi mengenai ekosistem yang inklusif. Chatbot ini juga terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp dan didukung dengan teknologi kecerdasan artifisial untuk memberikan layanan yang mudah diakses dan pengalaman digital terbaik bagi teman-teman disabilitas. 

Thisable Enterprise berkolaborasi dengan Kata.ai dan PT Metrodata Electronics Tbk  dalam pembuatan dan pengembangan chatbot TISA. Kata.ai adalah perusahaan Conversational Artificial Intelligence (kecerdasan artifisial untuk percakapan) yang memiliki fokus dalam mengembangan teknologi untuk memahami percakapan manusia secara alamiah, memungkinkan interaksi yang lebih baik dan lebih produktif antara manusia dan komputer.

Teknologi Natural Language Processing (NLP) milik Kata.ai telah digunakan untuk mengembangkan chatbot atau asisten virtual dari berbagai perusahaan besar di Indonesia. Adanya Chatbot TISA ini diharapkan akan menjadi wajah virtual yang mempresentasikan Thisable kepada stakeholders untuk terciptanya ekosistem yang inklusif.

Metrodata berkolaborasi mendesain chatbot bernama TISA. Modul Customer Service, layanan berbasis messenger untuk menjawab pertanyaan dan penanganan keluhan dengan cepat tesedia selama 7 x 24 jam. Pengembangan TISA selanjutnya adalah penambahan modul pelatihan untuk pembelajaran, pendaftaran sertifikasi online.

TISA akan memiliki beberapa fitur informasi dan bantuan bagi teman disabilitas yang menghubunginya seperti Customer Service, Learning Center, dan Collection Reminder. Teman-teman disabilitas juga akan mendapatkan informasi seputar pekerjaan, pendaftaraan kerja, pelatihan, layanan pengaduan disabilitas, serta program-program Thisable lainnya.

Dengan ini, TISA diharapkan dapat membantu dan menjawab kebutuhan informasi para penyandang disabilitas. Kedepannya, TISA akan terus berkembang menyesuaikan era digital dan kebutuhan informasi teman-teman disabilitas.

Chat Tisa sekarang juga di nomor 08111 02 7154 !

E-Magazine Vol. 06

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to dFlip 3D Flipbook Wordpress Help documentation.

Masker Tuli Untuk Indonesia

Mengingat pandemi covid-19 di Indonesia masih belum berakhir, semua orang wajib memakai masker. Di tengah langka dan mahalnya masker medis, pemerintah menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker kain untuk karena dapat digunakan berulang kali setelah bersih dicuci. Sementara masker bedah atau N-95 yang sekali pakai ditujukan kepada petugas medis.

Namun, masker kain biasa kurang efektif apabila digunakan oleh penyandang tuli. Alasannya, masker kain membuat gerak bibir tidak terbaca dan menyulitkan para penyandang tuli untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Thisable memberikan bantuan 2,000 masker tranparan untuk teman-teman komunitas tuli dan SLB di beberapa kota di Indonesia.

Dengan bantuan ini, diharapkan teman tuli beserta teman dengar dapat berkomunikasi dengan baik tanpa adanya hambatan dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

E-Magazine Vol. 05

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to dFlip 3D Flipbook Wordpress Help documentation.

E-Magazine Vol. 04

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to dFlip 3D Flipbook Wordpress Help documentation.

Presiden Joko Widodo terbitkan Peraturan Presiden No. 68 tahun 2020

Description: C:\Users\HP\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\KND.PNG

Presiden Joko Widodo menetapkan Perpres 68 tahun 2020 tentang Komisi Nasional Disabilitas. Peraturan Presiden Nomor 68 tahun 2020 tentang Komisi Nasional Disabilitas ini adalah aturan pelaksanaan Pasal 134 UU 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dengan mengingat Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5871).

Komisi Nasional Disabilitas yang selanjutnya disingkat KND adalah lembaga nonstruktural yang bersifat independen. Dibentuknya KND dalam rangka memastikan dan memantau pelaksanaan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas.

KND berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden dan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan advokasi pelaksanaan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, KND menyelenggarakan fungsi yaitu penyusunan rencana kegiatan KND dalam upaya pelaksanaan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penghormatant, pelindungan, dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas, advokasi pelaksanaan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas, dan pelaksanaan kerja sama dalam penanganan Penyandang Disabilitas dengan pemangku kepentingan terkait.

KND terdiri atas Ketua merangkap anggota, Wakil Ketua merangkap anggota, 5 (lima) orang anggota. Anggota KND berjumlah 7 (tujuh) orang yang terdiri atas 4 (empat) anggota berasal dari unsur disabilitas, 3 (tiga) anggota berasal dari unsur non disabilitas.  Anggota KND dapat berasal dari unsur akademisi, praktisi, profesional, dan masyarakat, Anggota KND yang berasal dari unsur disabilitas harus merepresentasikan keberagaman disabilitas, Anggota KND wajib memperhatikan keterwakilan perempuan. Pengambilan keputusan dalam mendukung pelaksanaan tugas KND dilaksanakan secara kolektif kolegial. Masa jabatan keanggotaan KND yaitu 5 (lima) tahun terhitung sejak pengucapan sumpah/janji dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.

Demikian isi Perpres 68 tahun 2020 tentang Komisi Nasional Disabilitas yang sudah ditetapkan di Jakarta pada tanggal 8 Juni 2020 oleh Presiden Joko Widodo dan telah diundangkan oleh Menkumham Yasonna H. Laoly pada tanggal 9 Juni 2020 di Jakarta.

Besar harapan dengan terbitnya dua Peraturan Presiden ini. Untuk kalian yang ingin menyampaikan HARAPAN terkait Perpres No. 67 dan No. 68, kalian bisa kirim video ataupun tulisan ke email thisable.info@gmail.com dengan subject: Harapan Kita untuk Perpres

Video dan tulisan akan di publish di instagram dan e-magazine Thisable.

Presiden Joko Widodo Terbitkan Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2020

Presiden Joko Widodo terbitkan Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2020 membahas tentang syarat dan tata cara pemberian penghargaan dalam Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan hak Penyandang Disabilitas. Perpres tersebut merupakan turunan dari pasal 4 ayat ayat (1) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5871). Serta, sebagai bentuk apresiasi Presiden terhadap penyandang disabilitas serta menghormati hak-hak dan penyandang disabilitas di Indonesia.

Peraturan ini mengatur syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pihak yang diajukan untuk mendapatkan penghargaan. Dalam Pasal 2 Perpres tersebut, disebutkan aturan pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memotivasi orang perseorangan, badan hukum, lembaga negara, dan penyedia fasilitas publik dalam mewujudka Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan hak Penyandang Disabilitas dalam segala aspek kehidupan.

Penghargaan dapat diberikan oleh Menteri, menteri pimpinan lembaga pemerintahan nonkementrian, gubernur, dan bupati/walikota dalam bentuk lencana, trofi, piagam, dan penghargaan lainnya. Apresiasi ini berhak diterima oleh siapapun baik perseorangan, badan hukum dan lembaga negara, serta penyedia fasilitas publik.

Ada beberapa kriteria dan syarat penerima penghargaan yang termuat dalam pasal 6 Perpres yaitu harus berjasa dalam Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan hak Penyandang Disabilitas. Diantaranya, memberikan inspirasi dalam menggalang dukungan yang luas untuk membangun masyarakat inklusi bagi Penyandang Disabilitas, melakukan advokasi dan dukungan dalam implementasi Pemenuhan hak Penyandang Disabilitas, menemukan inovasi dan teknologi yang memberikan kemudahan bagi kehidupan Penyandang Disabilitas dan/ atau memperjuangkan kesetaraan gender bagi Penyandang Disabilitas perempuan dan anak.

Dengan adanya Perpres ini, merupakan rambu bagi masyarakat untuk mendorong penyandang disabilitas mendapat hak serta kewajiban yang sama dengan masyarakat umum lainnya sehingga tercipta indonesia yang inklusif.

E-Magazine Vol. 03

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to dFlip 3D Flipbook Wordpress Help documentation.

Sudah Siapkah Kalian Dengan Penerapan New Normal? Simak Panduannya!

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Ketika memasuki kantor:

  1. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
  2. Cek Temperature suhu badan ketika memasuki kantor.
  3. Tetap gunakan masker pada saat bekerja.
  4. Hindari kontak fisik seperti berjabat tangan.

Ketika beraktifitas di kantor:

  1. Sering mencuci tangan dengan air, sabun atau handsanitizer.
  2. Gunakan desinfektan untuk membersihkan alat kerja.
  3. Tetap menjaga jarak ketika bekerja.
  4. Selalu menggunakan alat milik pribadi seperti perlengkapan kantor, alat makan, alat sholat dan sebagainya.

Ketika selesai bekerja:

  1. Bersihkan seluruh peralatan kantor dengan desinfektan setelah digunakan.
  2. Pulang ke rumah, tidak pergi ke berbagai tempat.
  3. Segera mandi dan ganti dengan baju bersih.

New normal bukan berarti tidak lagi menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. New normal ialah bertindak produktif namun tetap memastikan aman dari penularan virus corona. (Sumber: Tim Riset Thisable)