Thisable Turut membantu Tunanetra menunjukan bakatnya

Perkembangan sistem operasi mobile juga membawa manfaat yang besar bagi pengguna disabilitas. Salah satunya dirasakan oleh tunanetra Indonesia, yang semakin antusias menyongsong berbagai pembaharuan yang dibawa dunia teknologi.

Kini, perangkat genggam tak hanya jadi alat komunikasi, tapi juga media hiburan dan pengakses informasi yang semakin ramah bagi tunanetra.

Hal tersebut disampaikan M. Ikhwan Tariqo, salah satu anggota Kartunet (Karya Tunanetra) saat ditemui di sela-sela gelaran Thisable Fest 2013 di mall FX, Jakarta.

Menurut dia, banyaknya platform teknologi yang semakin ramah bagi orang berkebutuhan khusus bakal membuka peluang besar untuk mengakses informasi yang sebelumnya sulit dilakukan karena kendala fisik.

Secara spesifik, Riqo mengungkapkan ketertarikannya akan perkembangan Android dan iOS, dua OS yang tengah populer saat ini.

“Sekarang sudah banyak fitur yang dapat membantu tunanetra mengakses Android dan IOS, jadi semakin banyak alternatif bagi tunanetra dalam memilih gadget yang mereka inginkan,” jelas pengguna setia iPhone itu.

Para anggota Kartunet yang saat itu tengah mendemokan berbagai gadget di stand Thisable Fest 2013 pun mengungkapkan ketertarikan mereka masing-masing. Irfan misalnya, yang mengaku senang karena sekarang bisa memiliki tablet Android aksesibel dengan harga terjangkau.

“Nggak perlu keluar duit banyak untuk beli perangkat yang bisa dipakai dengar musik, rekam pelajaran, dan baca eBook sekaligus,” ujarnya

Sebagai informasi, sebelumnya alternatif perangkat genggam yang ramah bagi tunanetra hanya yang berbasis Symbian. Sementara itu, alat bantu yang diciptakan khusus bagi tunanetra, atau gadget besutan Apple yang sudah aksesibel, dirasa masih terlampau mahal bagi kebanyakan tunanetra Indonesia.

Papan Ketik vs Layar Sentuh

Tumbuhnya platform mobile ternyata juga membawa tantangan bagi tunanetra. Mereka yang sudah terbiasa mengetik dengan keyboard fisik kini harus beradaptasi dengan layar sentuh.

“Awalnya sempat kuatir, tapi setelah coba-coba ya akhirnya bisa. Jadi bisa karena biasa,” Ujar Sapto, anggota Kartunet yang lain.

Memang, kini aplikasi bantu bagi tunanetra telah berkembang dengan pesat, baik untuk iOS maupun Android. Keduanya sudah masuk kategori ‘hampir siap pakai’ jadi tunanetra sudah dapat menjalankan perangkat berisi jeroan kedua OS tersebut dengan baik.

Disebut ‘hampir’ karena memang masih ada kekurangan di sana-sini yang perlu diperbaiki, sehingga perangkat yang bersangkutan dapat dimanfaatkan secara penuh.

Bagaimana dengan BlackBerry dan Windows Phone? Sayangnya, dalam hal dukungan bagi tunanetra, kedua OS ini masih tertinggal dibanding rivalnya. Ini juga yang membuat anggota Kartunet lebih tertarik pada iOS dan Android.

Cita-cita

Bersama dengan penulis — yang juga tunanetra — anggota Kartunet bersepakat untuk merancang pameran yang mirip Thisable Fest. Hanya saja, ini akan dikhususkan untuk memamerkan gadget yang ramah bagi tunanetra.

Kartunet berharap, perkembangan platform mobile yang ramah bagi tunanetra dapat juga dijadikan sebagai momentum untuk sarana promosi, yang nantinya dapat membantu kaum disabilitas dalam akses teknologi informasi.

Mereka berharap akan lebih banyak vendor teknologi, baik lokal maupun mancanegara, yang peduli tentang aksesibilitas produknya bagi orang berkebutuhan khusus.

Kartunet sendiri adalah komunitas online yang mendedikasikan aktifitasnya bagi kemajuan dan perkembangan orang berkebutuhan khusus di Indonesia, baik tunanetra maupun jenis kebutuhan khusus lainnya. Situs utama mereka dapat diakses di http://www.kartunet.com.

sumber

Tentang Penulis: Eko Ramaditya Adikara adalah blogger tunanetra yang menggemari dunia digital dan teknologi informasi. Blognya bisa dibaca di http://ramaditya.com/.