Category: Image

Upgrade Yourself with Angkie Yudistia
Upgrade Yourself with Angkie Yudistia

Kelebihan yang ada pada diri anda ada pada potensi anda. Potensi yang selama ini ada pada diri anda dan belum dikembangkan. Anda membutuhkan sebuah cara untuk membangkitkan potensi setelah itu anda juga membutuhkan cara mengembangkan potensi diri yang tepat dan efisien. Yang membuat anda mampu menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang sukses, tidak saja di dunia, namun juga di akhirat kelak.

Percayakah Anda bahwa setiap dari kita diciptakan dengan sangat sempurna ? Dengan kelebihannya masing-masing ? Namun sebagai manusia kita tetap memiliki keterbatasan masing-masing. Disini kita tidak akan membahas mengenai kekurangan dan kelemahan yang kita miliki. Kita ingin mengajak Anda untuk melihat kedalam diri Anda, siapa sih Anda sebenarnya ? Apakah kelebihan yang Anda miliki saat ini ? Untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut anda membutuhkan cara mengembangkan diri yang benar.

Saksikan seminar “Upgrade Yourself”.

Hari & Tanggal : Sabtu, 27 Februari 2016

Pukul : 10.00 – 13.00 WIB

Tempat : Gedung Batik Semar Lt. 2 (Sky Lounge)

 

 

Menagih Janji Presiden Terkait RUU Penyandang Disabilitas.
Menagih Janji Presiden Terkait RUU Penyandang Disabilitas.

Mewakili suara penyandang disabilitas, sejumlah organisasi menagih janji Presiden Joko Widodo semasa kampanye calon presiden. Di acara bertajuk “Penyandang Disabilitas Menagih Janji Pemilu Jokowi”, Kamis (4/2/2016), di Jakarta, para aktivis menilai, Jokowi belum sepenuhnya membela hak-hak penyandang cacat dan memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Penyandang Disabilitas untuk menjamin hak mereka.Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Yeni Rosa Damayanti mengatakan, RUU Penyandang Disabilitas belum memenuhi hak penyandang disabilitas. Hal itu tecermin dari hilangnya lebih dari 100 pasal yang diajukan dalam RUU. “Dari 268 pasal yang diajukan, hanya 161 pasal yang diterima pemerintah. Hilangnya sejumlah pasal dikhawatirkan membuat peraturan perlindungan menjadi lemah,” kata Yeni.
Yeni mengharapkan, pemerintah melengkapi beberapa pasal yang hilang. Pasal yang memperkuat hak-hak penyandang disabilitas antara lain tentang pembentukan Komisi Nasional Disabilitas (KND), potongan biaya untuk akses pelayanan publik, pemberian 2 persen kuota untuk pekerjaan, dan penghapusan bahasa isyarat.
Ketua Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Mahmud Fasa, mewakili sejumlah penyandang disabilitas di Indonesia, mengajukan tujuh poin dalam rangka menagih janji dan komitmen Jokowi dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Pertama, mendukung perjuangan pembentukan UU Penyandang Disabilitas dan pemenuhan hak-hak mereka. Kedua, memastikan disabilitas sebagai isu multisektoral. Ketiga, mengubah atau memperbaiki Pasal 1 Ayat 18 RUU Disabilitas. Keempat, menyetujui pembentukan Komisi Nasional Disabilitas.Kelima, menetapkan koordinasi lintas pemerintah untuk melaksanakan mandat UU Disabilitas secara efektif. Keenam, menyetujui skema keringanan biaya (konsesi) yang menyangkut kebutuhan mendasar, seperti layanan transportasi dan pendidikan. Ketujuh, mengingatkan presiden akan komitmen memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Belum terpenuhinya hak penyandang disabilitas dialami oleh Erwin (41), penyandang disabilitas tunadaksa. Dia kerap mengalami kesulitan untuk memarkirkan kendaraan roda tiga miliknya di ruang publik.
“Penanda khusus lahan parkir untuk penyandang disabilitas di beberapa tempat belum tersedia, termasuk di sejumlah rumah sakit dan bandara. Mungkin hanya sekitar 15 persen tempat yang menyediakan fasilitas khusus tersebut,” kata Erwin.
Jokowi telah menandatangani Piagam Perjuangan Prof Suharso yang berisi komitmen untuk memastikan pengakuan, pemenuhan, dan perlindungan hak-hak para penyandang disabilitas pada Juli 2014.

 

Sumber : http://www.pedulidisabilitas.org/?p=1440&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Angkie Yudistia Ingin Jadikan Indonesia Negara Ramah Bagi Disabilitas
Angkie Yudistia Ingin Jadikan Indonesia Negara Ramah Bagi Disabilitas

Meskipun memiliki keterbatasan, namun semangat Angkie Yudistia tidak pernah surut untuk terus berkarya. Angkie yang menjadi penyandang tuna rungu sejak usia 10 tahun ini juga ingin semangat tersebut menular pada rekan-rekannya penyandang disabilitas untuk berdaya tanpa harus dikasihani.

Oleh karena itu, dia bersama rekan-rekannya mendirikan Thisable Enterprise, sebuah social enterprise yang menampung penyandang disabilitas untuk di berikan pembinaan agar mampu mengembangkan diri dan bersaing dengan orang normal.

Namun, dalam perjalanan membangun Thisable Enterprise, perempuan kelahiran 1987 tersebut sempat menemui sedikit hambatan. Hal ini lantaran masih banyaknya penyandang disabilitas yang kurang percaya diri akan kemampuannya.

“Aku buat open recruitment kepada teman-teman disabel yang punya kapabilitas bagus, punya skill keren, dan mau berjuang tanpa menyerah. Tapi itu bukan hal yang gampang, mental block mereka belum siap. Tapi akhirnya, aku menemukan sembilan dari sekian CV yang masuk,” ucap Angkie kepada GoHitz.

Thisable Enterprise juga rutin menjalin kerja sama dengan institusi dan perusahaan dalam melakukan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility). Selain itu, Angkie juga membuat program pembinaan kepada para penyandang disabilitas berupa soft skill, technical skill, dan strategi penjualan dengan menggandeng beberapa pihak untuk bekerja sama.

“Tahun 2016 ini, program kami adalah pemberdayaan ekonomi kreatif karena generasi muda sudah semakin kreatif khususnya disabilitas, tapi mereka tidak tahu harus bagaimana. Aku kan background-nya Marketing Communication. Jadi produk, orang atau segala macam perlu strategi,” ungkapnya.

Menurut Angkie, beberapa hal yang harus dimiliki oleh para penyandang disabilitas di era digital seperti sekarang adalah pentingnya memiliki personal branding serta kemampuan berkomunikasi yang baik. Hal inilah yang selalu ia tekankan agar penyandang disabilitas memiliki kepercayaan diri dalam menciptakan karya.

“Bukan berapa banyak orang yang kami berdayakan, tapi berapa banyak karya yang mampu kami ciptakan. Semakin banyak karya yang diciptakan, kemandirian mereka semakin meningkat dan ekonomi mereka bisa diperbaiki,” kata bungsu dari dua bersaudara ini.

Apa yang dilakukan oleh Angkie melalui Thisable Enterprise semata-mata adalah untuk menghapus stigma negatif kepada penyandang disabilitas yang masih tinggi di masyarakat.

Melalui organisasi independen ini, wanita lulusan Magister Marketing Communication tersebut ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang ramah bagi penyandang disabilitas dalam beberapa aspek.

“Untuk menciptakan negara yang disable friendly enggak bisa kerja sendiri harus banyak stakeholders yang bantu,” tambahnya.

Lebih dari itu, Angkie  juga ingin menjadikan Indonesia sebagai contoh negara yang mampu memberdayakan para penyandang disabilitas melalui kegitan ekonomi kreatif.

“Aku mau satu juta karya terwujud dan Jakarta bisa jadi pilot project untuk daerah. Kalau bisa sukses, kita bisa menuju global karena isu disabilitas kan sudah global jadi ide ekonomi kreatif di gerakan dari Indonesia,” harapnya.

 

Sumber : Gohitz.net

CEO Thisable Sharing di Inkubator Bisnis Mandiri
CEO Thisable Sharing di Inkubator Bisnis Mandiri

CEO Thisable Enterprise yang memiliki segudang program untuk disabilitas ini ikut tergabung dalam acara Sharing Session Womenprenuer yang di adakan oleh Mandiri Wirausaha Forum. Dalam acara tersebut, Angkie Yudistia menceritakan bagaimana menciptakan kesempatan ketika saat merasakan titik terendah dalam hidup.

“Sulit memang, tapi semuanya tergantung kita. apakah ingin terus maju atau menyerah? banyak cara untuk menggapai itu, tidak ada salahnya untuk mencoba terus innovasi hal-hal baru :)”, begitu kata ibu 1 anak tersebut.

Hebatnya, ia telah menghabiskan waktu selama lebih dari 12 jam untuk kegiatan ini, Thisable Enterprise sendiri memang akan merelease program usaha kreatif bersama talenta disabilitas muda yang syarat akan bakat dan imajenasi, nah, seperti apa program Thisable Enterprise untuk Industri Kreatif? silahkan tengok beberapa liputan singkat kami di social media Thisable Enterprise dengan id @thisableorg , jangan lupa untuk klik follow dan like posting-posting dari kami.

 

 

Photo by : @angkie yudistia,

Pandangan Merry Riana tentang Menembus Batas Angkie Yudistia
Pandangan Merry Riana tentang Menembus Batas Angkie Yudistia

Pagi itu adalah pengalaman yang sungguh berbeda bagi Merry. Karena apa? Karena bintang tamu The Merry Riana Show pagi itu benar-benar berbeda dan spesial. Sosok bintang tamu Merry pagi itu terlihat sangat cantik dan menawan. Kalau sekali lihat, jelas tidak akan kita sadari ada perbedaan di dalam dirinya yang membuatnya jauh lebih special daripada tamu-tamu yang lain yang pernah menemani Merry di studio Sonora. Dia adalah Angkie Yudistia. Apa yang membedakan dia dari yang lain? Karena gadis cantik ini adalah seorang tuna rungu. Saat Merry mulai menyapa dirinya, ia bicara tanpa ada hambatan. Tidak ada yang berbeda.

(more…)

Tempo.Co Ungkap CEO Thisable Enterprise Seperti Hellen Keller
Tempo.Co Ungkap CEO Thisable Enterprise Seperti Hellen Keller

Di sebuah hotel di Makassar, seorang perempuan menyatakan kekagumannya terhadap pembicara cantik, Angkie Yudistia. “Saya tidak mengira Mbak Angkie tunarungu,” katanya. “Mbak Angkie cantik, model lagi. Ternyata Mbak Angkie sama seperti kita.” Saat itu, Desember lalu, Angkie sedang berbicara di depan para difabel (difable/different ability people) yang diselenggarakan dalam program CSR dari PLN Indonesia. Kegiatan itu merupakan satu dari berbagai kegiatan Angkie sebagai Chief Executive Officer Thisable Enterprise (TE), sebuah perusahaan yang membantu kaum difabel mendapatkan pekerjaan.

(more…)

Alasan mendirikan Thisable Enterprise, special interview kompas.com

Mendirikan Thisable Enterprise merupakan anugerah bagi Angkie Yudistia. Angkie, yang juga penyandang difabel, menyatakan niatnya mendirikan organisasi tersebut karena pengalamannya sulit berkarya dengan keterbatasan yang dimilikinya.
“Pertama kali awalnya saya tidak terlalu banyak diberikan kesempatan untuk berkarya. Saya sudah merasakan sulitnya mendapatkan kesempatan (berkarya),” kata Angkie, yang juga CEO Thisable Enterprise, saat ditemui di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (30/6/2013).

(more…)