Angkie Yudistia Ingin Jadikan Indonesia Negara Ramah Bagi Disabilitas

Angkie Yudistia Ingin Jadikan Indonesia Negara Ramah Bagi Disabilitas

Meskipun memiliki keterbatasan, namun semangat Angkie Yudistia tidak pernah surut untuk terus berkarya. Angkie yang menjadi penyandang tuna rungu sejak usia 10 tahun ini juga ingin semangat tersebut menular pada rekan-rekannya penyandang disabilitas untuk berdaya tanpa harus dikasihani.

Oleh karena itu, dia bersama rekan-rekannya mendirikan Thisable Enterprise, sebuah social enterprise yang menampung penyandang disabilitas untuk di berikan pembinaan agar mampu mengembangkan diri dan bersaing dengan orang normal.

Namun, dalam perjalanan membangun Thisable Enterprise, perempuan kelahiran 1987 tersebut sempat menemui sedikit hambatan. Hal ini lantaran masih banyaknya penyandang disabilitas yang kurang percaya diri akan kemampuannya.

“Aku buat open recruitment kepada teman-teman disabel yang punya kapabilitas bagus, punya skill keren, dan mau berjuang tanpa menyerah. Tapi itu bukan hal yang gampang, mental block mereka belum siap. Tapi akhirnya, aku menemukan sembilan dari sekian CV yang masuk,” ucap Angkie kepada GoHitz.

Thisable Enterprise juga rutin menjalin kerja sama dengan institusi dan perusahaan dalam melakukan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility). Selain itu, Angkie juga membuat program pembinaan kepada para penyandang disabilitas berupa soft skill, technical skill, dan strategi penjualan dengan menggandeng beberapa pihak untuk bekerja sama.

“Tahun 2016 ini, program kami adalah pemberdayaan ekonomi kreatif karena generasi muda sudah semakin kreatif khususnya disabilitas, tapi mereka tidak tahu harus bagaimana. Aku kan background-nya Marketing Communication. Jadi produk, orang atau segala macam perlu strategi,” ungkapnya.

Menurut Angkie, beberapa hal yang harus dimiliki oleh para penyandang disabilitas di era digital seperti sekarang adalah pentingnya memiliki personal branding serta kemampuan berkomunikasi yang baik. Hal inilah yang selalu ia tekankan agar penyandang disabilitas memiliki kepercayaan diri dalam menciptakan karya.

“Bukan berapa banyak orang yang kami berdayakan, tapi berapa banyak karya yang mampu kami ciptakan. Semakin banyak karya yang diciptakan, kemandirian mereka semakin meningkat dan ekonomi mereka bisa diperbaiki,” kata bungsu dari dua bersaudara ini.

Apa yang dilakukan oleh Angkie melalui Thisable Enterprise semata-mata adalah untuk menghapus stigma negatif kepada penyandang disabilitas yang masih tinggi di masyarakat.

Melalui organisasi independen ini, wanita lulusan Magister Marketing Communication tersebut ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang ramah bagi penyandang disabilitas dalam beberapa aspek.

“Untuk menciptakan negara yang disable friendly enggak bisa kerja sendiri harus banyak stakeholders yang bantu,” tambahnya.

Lebih dari itu, Angkie  juga ingin menjadikan Indonesia sebagai contoh negara yang mampu memberdayakan para penyandang disabilitas melalui kegitan ekonomi kreatif.

“Aku mau satu juta karya terwujud dan Jakarta bisa jadi pilot project untuk daerah. Kalau bisa sukses, kita bisa menuju global karena isu disabilitas kan sudah global jadi ide ekonomi kreatif di gerakan dari Indonesia,” harapnya.

 

Sumber : Gohitz.net

Leave a comment